You are here:-, Relasi & Cinta-RELASI CINTA SESEORANG DENGAN HIV/AIDS

RELASI CINTA SESEORANG DENGAN HIV/AIDS

Seseorang yang didiagnosa menderita HIV/AIDS tentunya akan mengalami gejolak yang luar biasa. Gejolak ini akan dirasakan baik bagi dirinya sendiri, maupun bagi keluarga dan lingkungannya. Hal ini juga biasanya akan mempengaruhi segala kemampuan yang ada dalam dirinya, misalnya menjadi tidak percaya diri, tidak bersemangat untuk mengembangkan sosialisasi, takut untuk menjalani hubungan cinta dengan lawan jenis, dan masih banyak hal lainnya. Namun, seseorang dengan HIV/AIDS tetap berhak dan bisa untuk hidup dengan penuh cinta bersama pasangannya.

 

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar relasi romantis yang dijalin oleh orang dengan HIV/AIDS tetap dapat menjadi relasi yang sehat dan bahagia. Antara lain:

  • Jalin komunikasi yang baik dan efektif

Komunikasi efektif sangat berguna agar masing masing pihak dapat mengetahui apa harapan dan impian pasangannya. Juga agar dapat menyelesaikan dan membicarakan hal hal yang tidak disukai atau yang sebaiknya diperbaiki. Dan yang paling penting adalah agar masing masing pihak dapat mendiskusikan dan mempelajari hal hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar tidak terjadi penularan HIV/AIDS.

  • Jujur dan keterbukaan

Kejujuran sangat diperlukan dalam membangun relasi cinta, tentunya terkait dengan kejujuran mengenai HIV/AIDS yang dideritanya.

  • Tetap menjadi diri sendiri

Usahakan untuk tetap menjalani kegiatan positif yang disukai dan menjadi diri sendiri. Bisa juga mengajak pasangan untuk mengenalkan dan bersama sama melakukan hobi yang digemari.  Karena dengan menjadi diri sendiri, membawa kenyamanan dan perasaan tenang karena tidak harus berpura pura.

  • Gali informasi mendalam mengenai bagaimana penularan dan cara melindungi diri dari HIV/AIDS. Dan buat perencanaan mengenai apa yang akan dilakukan agar pasangan tidak tertular HIV/AIDS.
  • Saling memberikan dukungan

Penderita HIV/AIDS maupun pasangannya memerlukan dukungan yang kuat dari masing masing pihak untuk terus mempertahankan hubungan sedang terjalin. Terutama untuk penderita HIV/AIDS, pasangan dapat memberikan dukungan misalnya dengan menemani melakukan konsultasi dengan dokter, mengingatkan untuk meminum obat, dan lain lain.

 

Ingatlah bahwa penderita HIV/AIDS berhak untuk mencintai dan dicintai, namun sebelumnya sangat penting bagi penderita HIV/AIDS untuk menerima dan tetap menghargai dirinya sendiri.

 

 

Rena Masri, S. Psi, M. Si, Psikolog

Q Consulting

Founder of Cinta Setara

By |2019-10-03T02:41:06+00:00February 21st, 2019|Categories: Cinta, Relasi & Cinta|0 Comments

Leave A Comment