You are here:--PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK

PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK

Musik adalah suatu bunyi yang bisa didengarkan yang mempunyai nada tersendiri sehingga menjadi bunyi yang enak didengar. ”Music is one of the release and expression of feelings, moods and emotions”. (Claudia Eliason dan Loa Jenkins, 2008: 353)

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutara- kan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu).

 

Sedangkan kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan saraf.

 

Menurut teori Piaget, ada empat tingkat perkembangan kognitif pada manusia, yaitu:

  • tahap sensori-motorik (dari lahir sampai 2 tahun),
  • tahap pra-operasional (usia 2-7 tahun),
  • tahap konkret-operasional (usia 7-11 tahun),
  • tahap operasional formal (usia 11 tahun ke atas)

Stimulus sangat baik diberikan pada setiap tahapan perkembangan kognitif tersebut, salah satunya adalah stimulus yang berupa musik.

 

Menurut Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D., getaran musik yang masuk melalui telinga dapat mempengaruhi kejiwaan, Ini terjadi karena didalam otak manusia, terdapat jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan. Mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi.

 

Hasil penelitian Herry Chunagi (1996) Siegel (1999), yang didasarkan atas teori neuron (sel kondiktor pada sistem saraf), menjelaskan bahwa neuron akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik, rangsangan yang berupa gerakan, elusan, suara mengakibatkan neuron yang terpisah bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak. Semakin banyak rangsangan musik diberikan akan semakin kompleks jalinan antarneuron itu. Itulah sebenarnya dasar adanya kemampuan matematika, logika, bahasa, musik, dan emosi pada anak.

 

Karena musik dapat mengembangkan jalinan neuron neuron dalam otak, itulah yang menjelaskan mengapa musik mempengaruhi perkembangan kognitif seseorang.

 

Oleh sebab itu, tentunya orang tua juga harus bijak dalam memilih lagu dan musik untuk anak. Terutama orang tua harus memperhatikan apakah lirik lagu tertentu cocok bagi anak atau tidak. Misalnya anak usia 4 tahun tp sudah diberikan lagu lagu dengan lirik pacaran, seingkuh, dll, hal ini tentu sebaiknya dihindari. Karena memang belum sesuai dengan dunia anak anak. Bijak dalam memilih musik dan lagu untuk anak juga menjadi perhatian dalam mendidik anak saat ini.

 

Rena Masri, S. Psi, M. Si, Psikolog

Psikolog Klinis

By |2019-09-20T03:16:10+00:00February 21st, 2019|Categories: Parenting|0 Comments

Leave A Comment