You are here:--DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF TELEVISI

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF TELEVISI

Televisi merupakan salah satu teknologi yang banyak dimiliki oleh masyarakat. Tentu saja ada dampak positif dan negatif dari tayangan televisi ini. Beberapa hal positif yang dapat kita ambil dari televisi antara lain menambah wawasan, dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar (program pendidikan), mengembangkan kreatifitas, sebagai hiburan, dll. Namun dibalik dampak positif ada dampak negatif yang perlu kita perhatikan, terutama untuk anak anak. Dampak negatif dr televisi tentu saja disebabkan karena tayangan yang ada dalam televisi tersebut seperti: kelerasan, pornografi, gaya hidup, kesehatan mata, dll.

Dalam kehidupan, anak anak biasanya meniru apa yang ia lihat, dalam psikologi, perilaku meniru ini dikenal dengan sebutan imitasi. Yaitu suatu interaksi sosial seseorang atau sekelompok orang yang meniru atau mengikuti perilaku orang lain atau kelompok lain. Prosesnya terjadi dengan cara mencontoh, meniru, atau mengikuti perilaku orang lain.

Anak melakukan imitasi karena imitasi merupakan salah satu proses belajar. Dan imitasi ini bukan hanya terjadi pada anak anak, tapi bisa terjadi pada level perkembangan lain lainnya, seperti pada remaja, dewasa, dll.

Seorang anak yang dalam perkembangannya sedang melakukan proses belajar dengan imitasi tentu saja tayangan televisi akan sangat berpengaruh. Karena anak msh belum bisa secara optimal membedakan perilaku perilaku yang sesuai norma dan boleh diikuti atau tidak. Misalnya, jika tayangan televisi penuh dengan adegan kekerasan (menonjok, menendang tanpa alasan, membully, dll), dikhawatirkan anak akan mengikuti perilaku ini dalam kesehariannya.

Santrock (2003) mengungkapkan bahwa remaja atau adolescene diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Rentang usia remaja biasa berkiaar antara 12-22 tahun.

Sangat mungkin berbagai perilaku remaja saat ini dipengaruhinoleh tontonan yang mereka lihat. Dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, para remaja dapat melihat berbagai aspek dari berbagai penjuru dunia. Informasi ini bukan hanya dari tontonan di televisi, tapi dari berbagai aspek dengan perangkat internet dan sosial media yg juga sangat pesat berkembang. Para remaja dapat dengan cepat mendapatkan informasi mengenai apa yang sedang ‘trend’ saat ini di kalangan remaja dunia.

Kita juga sering mendengar istilah “Peer Pressure” pada remaja. “Peer Preasure” adalah tekanan sosial dari sebuah kelompok masyarakat, yang mengharuskan seseorang untuk bertindak dan berpikiran dengan cara tertentu, agar dia dapat diterima oleh kelompok masyarakat tersebut. Tekanan untuk mengikuti teman sebaya menjadi sangat kuat pada masa remaja (Santrock, 2003).

Inilah salah satu faktor yang mempengaruhi  remaja saat ini. Misalnya saja di negara lain sedang trend potongan rambut tertentu. Dengan cepatnya penyampaian informasi, remaja di sini juga melihat perkembangan tersebut dan berusaha untuk mengikutinya supaya terlihat keren, sama atau mirip. Dengan adanya Peer Preasure tadi, perilaku ini lebih diperkuat lagi, sehingga banyak remaja yang potongan rambutnya mirip.

Begitu juga yang terjadi dengan perilaku perilaku negatif yang berasal dan tontonan. Karena sekarang ini marak sekali tontonan yang berkenaan dengan pornografi/pornoaksi, kekerasan, dll, sangat mungkin jika remaja tidak memiliki fondasi kepribadian yang kuat dan tidak dibimbing akan melakukan perilaku perilaku yang sering mereka lihat di televisi.

Contohnya perilaku membully, dengan seringnya perilaku itu muncul di televisi dan tidak ada pengarahan bahwa perilaku tersebut itu baik atau tidak, tidak ada pendampingan yang mengatakan bahwa ada cara lain yang baik selain membully, dll, maka  remaja merasa perilaku yg mereka lihat itu sah sah saja jika dilakukan di kehidupan mereka sehari hari. Inilah yang sangat dikhawatirkan sehingga sangat perlu kita melakukan proses seleksi terhadap tontonan untuk para remaja.

Namun, tentu saja televisi juga dapat memberikan dampak yang positif, tergantung dari apa yang ditayangkan pada program televisi tersebut. Salah satu sisi positifnya adalah sebagai sarana untuk mengedukasi anak.

Benerapa kriteria tayangan televisi yang bisa mengedukasi anak antara lain:

  • tayangan yg memiliki banyak pesan moral yang baik
  • tidak memiliki konten kekerasan ataupun percintaan (disesuaikan juga dengan usia anak)
  • tayangan pendidikan yang dapat membantu pembelajaran anak
  • yang tidak mencela atau “membully” orang lain
  • tayangan yang bisa mengembangkan kreatifitas anak, seperti art, membuat kue sederhana, dll
  • dan lain lain

Yang perlu diingat adalah untuk melihat film atau acara di televisi, sebaiknya anak menonton tayangan yang sesuai dengan usia anak. Demikian juga utk menonton film di bioskop.

Selain itu, penting sekali peranan orang tua untuk membimbing dan memberikan penjelasan kepada anak terkait acara atau adegan yang dilihatnya di televisi. Misalnya tentang apakah perilaku yg ada di tayangan tv bagus atau tidak. Kita juga dapat berdiskusi misalnya bagaimana cara pemecahan masalah yang tidak merugikan orang lain. Diskusi bisa dilakukan setelah menonton atau saat menonton tergantung situasi. Dengan berdiskusi kita juga dapat memasukkan pesan moral yang baik utk anak.

Rena Masri, S. Psi, M. Si, Psikolog

Psikolog Klinis Dewasa

By |2019-10-03T03:07:44+00:00February 21st, 2019|Categories: Parenting|0 Comments

Leave A Comment