You are here:-, Relasi & Cinta-Suka Sama Suami Orang, Apakah Puber Kedua?

Suka Sama Suami Orang, Apakah Puber Kedua?

Menikah merupakan penyatuan 2 insan manusia, pria dan wanita untuk membangun rumah tangga. Dan tentu saja pasangan suami istri yang telah menikah mengharapkan pernikahan mereka bahagia. Seiring dengan berjalannya pernikahan, baik istri maupun suami biasanya mengalami berbagai macam gejolak emosi pada berbagai tahapan pernikahan. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh keadaan pernikahan itu sendiri dan juga perubahan fisik atau hormon yang terjadi dalam diri kita.

Pada usia sekitar 40 tahun biasanya terjadi ‘mid life crisis’, dimana mereka lebih memperhatikan kesehatan, pekerjaan, pernikahan, dan mereka juga biasanya bertanggung jawab atas orang tua mereka dan anak anak mereka yang menjelang remaja.

Seorang istri yang menginjak usia 40 tahun, biasanya mengalami masa masa dimana mereka lebih memperhatikan kesehatan dan menjaga penampilan, ingin terlihat modis, cantik, menarik, langsing, dan bugar. Mereka juga banyak menghabiskan waktu di salon kecantikan untuk melakukan berbagai macam perawatan tubuh. Pada masa ini, sering juga bermunculan keinginan untuk melakukan berbagai tindakan atau operasi kecantikan, seperti sedot lemak, tanam benang, pengencangan payudara, dll. Selain itu, mereka juga lebih ingin dipuji dalam hal apa pun, terutama yang berhubungan dengan penampilannya, misalnya ingin dipuji kulitnya terlihat lebih kencang, model rambutnya lebih bagus, lebih langsing, dll.

Pada usia ini, keadaan ekonomi mereka cenderung stabil dan mapan. Namun, banyak juga istri dengan rentang usia ini mengalami kejenuhan dalam berumah tangga, merasa keadaan rumah tangganya tidak seperti dulu lagi, bosan, dll. Banyak juga yang mulai ‘melirik’ pria lain, atau bahkan mulai berani menggoda pria lain selain suaminya.

Masa masa dimana seorang istri mengalami hal-hal tersebut diatas seringkali dinamakan ‘puber kedua’ oleh masyarakat pada umumnya.

Namun, apakah hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan?. Terjadinya perselingkuhan tentu saja pada dasarnya disebabkan oleh apakah pasangan suami istri mendapatkan kepuasaan dan kebahagiaan dalam pernikahannya atau tidak. Jika seorang istri mulai ‘melirik’ pria lain selain suaminya, kita harus menggali lebih dalam alasan dari perilakunya tersebut. Apakah ada kebutuhan kebutuhan istri yang tidak dipenuhi oleh suaminya?, apakah interaksi dan komunikasi antara suami istri tersebut berjalan baik?, bagaimana kualitas pernikahan mereka?.

Jika keadaan pernikahan mereka baik, hubungan suami istri berjalan dengan harmonis, masing masing pasangan mengetahui dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasangannya, tentu saja perselingkuhan dapat dihindari. Oleh karena itu, hal yang sangat penting untuk dilakukan pasangan suami istri adalah untuk menjaga keharmonisan pernikahan mereka. Dengan pernikahan yang harmonis, diharapkan istri tidak mengalami kegalauan dan kejenuhan yang menyebabkan ia ‘melirik’ pria lain selain suaminya, yang dapat berujung pada perselingkuhan.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada pasangan suami istri agar pernikahan mereka terhindar dari perselingkuhan, antara lain yaitu:

  1. Komunikasi

Komunikasi sangat penting dalam pernikahan, dengan komunikasi yang baik kita dapat mengerti maksud dan keinginan pasangan kita. Kita dapat mengetahui secara pasti apa yang diharapkan dan apa yang tidak diharapkan oleh pasangan, bukan hanya menebak atau berasumsi.

  1. Menghargai

Setiap orang butuh untuk dihargai, suami atau istri butuh mendapat penghargaan dari pasangannya.  Menghargai ini bisa dalam berbagai segi, misalnya saja, pada saat istri memasak, walaupun mungkin masakannya tidak seperti yang diharapkan, tetapi suami tetap menghargai masakan istri dengan memuji atau memakan makanan tersebut sampai habis. Misalnya juga ketika suami berusaha untuk membantu pekerjaan rumah tangga, walaupun jika hasilnya tidak sesuai, jangan terlalu banyak mengeluh, tetap berikan pujian dan ucapkan terima kasih. Hal ini mungkin terlihat sepele, namun, jika dilakukan secara konsisten, masing masing pasangan akan merasa dihargai.

  1. Percaya

Kepercayaan sangat dibutuhkan dalam pernikahan. Sekarang ini sering kita jumpai pasangan suami istri yang tinggal berbeda kota atau pasangan suami istri yang hanya bertemu saat akhir pekan, Percaya merupakan kunci utama dalam keadaan seperti ini. Namun, tidak dapat dipungkiri, bahwa pada kenyataannya banyak yang sulit untuk percaya pada pasangannya. Akibatnya, mereka menjadi khawatir berlebihan, selalu curiga, selalu ingin mengetahui hal detail yang sedang dilakukan oleh pasangan kita. Hal ini dapat membuat pasangan menjadi merasa tidak nyaman, merasa selalu diawasi, dan merasa tidak dipercaya. Yang pada akhirnya menyebabkan ketidakpuasaan akan sikap pasangannya tersebut.

  1. Kepuasan hubungan seksual

Dalam pernikahan, kepuasan seksual masing masing pasangan juga harus diperhatikan.  Terkadang ada pasangan yang malu atau segan mengungkapkan bahwa ia tidak puas dengan hubungan seksual yang dilakukan oleh pasangannya. Jika hal ini dibiarkan, akan memunculkan rasa kesal, marah, bosan, yang tentu saja akan mempengaruhi kualitas pernikahan.

  1. Perselisihan

Perselisihan atau pertengkaran sudah pasti terjadi dalam pernikahan. Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita menghadapi perselisihan dan apa solusi bagi perselisihan tersebut. Namun, jika perselisihan sering sekali terjadi tanpa adanya solusi, dan banyak perselisihan yang disebabkan karena masalah yang sama, maka kita perlu berhati hati.

  1. Waktu berdua

Walaupun pernikahan telah dikaruniai anak-anak, menghabiskan waktu hanya berdua saja dengan pasangan merupakan hal yang penting. Jadi, pasangan harus menetapkan waktu dimana mereka bisa pergi berdua saja, walaupun hanya sekedar untuk makan atau nonton bersama.

Ketika seorang istri merasa puas dengan pasangannya, suami dapat mengerti dan memenuhi kebutuhan istri, komunikasi berjalan dengan baik, kualitas pernikahan semakin perkembang, maka perselingkuhan sesungguhnya dapat kita hindari.

By |2019-10-03T03:06:39+00:00January 20th, 2019|Categories: Pernikahan, Relasi & Cinta|0 Comments

Leave A Comment