You are here:--Menikah Beda Usia Jauh

Menikah Beda Usia Jauh

Menikah merupakan salah satu tugas perkembangan usia dewasa awal. Sebelum memutuskan untuk menikah, biasanya pasangan akan melewati proses pemilihan pasangan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses pemilihan pasangan ini, antara lain:

  • Pendidikan atau pekerjaan
  • Suku, agama
  • Latar belakang keluarga
  • Karakter, sikap
  • Usia
  • Dan lain lain

Usia pasangan merupakan salah satu faktor yang menjadi bahan pertimbangan saat seseorang memutuskan untuk menikah. Sebenarnya tidak ada batasan tertentu mengenai perbedaan usia antara suami dan istri. Karena setiap individu memiliki alasannya masing masing untuk memutuskan dengan siapa ia akan menikah. Walaupun biasanya jarak perbedaan usia antara suami dan istri terpaut sekitar 2 tahun.

Namun, pada kehidupan sehari-hari, kita juga jumpai dimana suami memiliki usia yang jauh lebih tua dibandingkan dengan istrinya. Tentu ada alasan tertentu yang mendukung keputusan tersebut. Misalnya saja, usia yang lebih tua biasanya dianggap lebih dewasa, sehingga suami sangat mengerti bagaimana memperlakukan sorang wanita, sopan, lebih sabar, lebih bijak ‘ngemong’, dan lain lain. Usia yang lebih tua juga seringkali dianggap lebih berkomitmen dengan pernikahan. Juga dianggap lebih mapan secara finansial, karena mereka sudah lebih dulu memulai karirnya.

Seorang suami juga biasanya memiliki alasan tertentu mengapa memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita yang lebih muda. Misalnya karena ingin agar istrinya masih cukup kuat dan cekatan dalam mengurus anak anak mereka, agar suami juga lebih merasa ‘awet muda’, karena ingin menciptakan hubungan suami istri yang lebih passionate, dan banyak alasan lainnya.

Selain usia suami yang lebih tua, kita juga jumpai pasangan dimana usia suami lebih muda dibandingkan dengan istrinya. Biasanya juga ada beberapa hal yang melatarbelakangi keputusan untuk menikah dengan perbedaan usia seperti ini. Misalnya saja, dengan usia istri yang lebih tua, suami berharap istrinya bisa memanjakan dirinya, istri lebih mandiri, lebih stabil emosinya, lebih punya tujuan hidup yang jelas, dan lain-lain.

Namun, jika kita menikah dengan seseorang yang berbeda usia cukup jauh, biasanya ada beberapa masalah yang mungkin muncul, seperti:

  • Perbedaan cara pandang dan pola pikir.
  • Mereka masing masing sedang menjalani tugas perkembangan yang berbeda. Misalnya, suami sedang merencanakan untuk pensiun, namun istrinya yang usianya jauh lebih muda merencanakan kehamilan.
  • Sulit beradaptasi dengan keluarga besar pasangan.
  • Dan lain-lain

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan jika menikah dengan pasangan yang berbeda usia cukup jauh adalah apakah pasangan dapat saling bekerja sama dan mengembangkan toleransi untuk menghadapi perbedaan perbedaan yang ada diantara mereka. Misalnya saja, cara komunikasi, hobby, sifat, dan lain lain. Diharapkan mereka dapat saling memahami perbedaan perbedaan tersebut sehingga perbedaan usia tidak menjadi salah satu faktor pemicu pertengkaran diantara mereka.

Yang perlu menjadi perhatian pada pasangan yang berbeda usia cukup jauh adalah bagaimana mereka bisa menciptakan hubungan pernikahan yang berkualitas.  Karena walaupun perbedaan usia terpaut jauh, namun jika kualitas hubungan pernikahan mereka baik, diharapkan mereka akan puas dengan pernikahannya tersebut.

Menurut Sternberg (1988), cinta terdiri dari 3 komponen, yaitu intimacy, passion, dan commitment. Komponen – komponen ini dapat mempengaruhi perkembangan perasaan cinta kepada pasangan kita.

Intimacy mengarah pada perasaan kedekatan hubungan. Pasangan yang memiliki keintiman yang tinggi biasanya lebih memperdulikan kesejahteraan dan kebahagiaan satu sama lain, serta saling memahami. Passion mengacu pada aspek aspek romantic dan aspek seksual dalam hubungan. Sedangkan commitment merupakan ketetapan hati untuk mempertahankan cinta.

Pasangan yang ingin mendapatkan hubungan cinta yang memuaskan tentu saja sebaiknya ketiga komponen cinta ini perkembang secara seimbang. Sternberg (1988) menamakan hubungan cinta seperti ini sebagai consummate love, dimana kombinasi antara komponen-komponennya seimbang. Jika hubungan cinta pada pasangan dapat berjalan seperti ini, besar kemungkinan perasaan cinta yang tumbuh akan bertahan lama walaupun usia mereka berbeda cukup jauh.

By |2019-10-03T03:04:49+00:00January 20th, 2019|Categories: Pernikahan|0 Comments

Leave A Comment