You are here:-, Relasi & Cinta-Cemburu

Cemburu

Cemburu sebenarnya bisa berdampak positif maupun negatif tergantung dari bagaimana kita mengelola rasa cemburu tersebut. Bisa menjadi positif jika membuat kita menjadi lebih aware dengan kelebihan dan kekurangan kita dan berusaha untuk memotivasi diri kita agar mengembangkan secara optimal kemampuan kita.

Namun, bisa menjadi negatif jika kita tidak dapat mengontrolnya sehingga kita merasa marah, sedih, takut secara berlebihan, ataupun menjadi bersaing dengan tidak sehat demi mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Cemburu juga bisa terjadi dalam berbagai situasi, cemburu terhadap pasangan, terhadap teman yang memiliki keluarga harmonis, terhadap teman yang lebih sukses dari pada kita, dll.

Ada beberapa hal penyebab dari rasa cemburu, antara lain:

  • Kurang percaya diri. Seseorang cemburu dengan keberhasilan orang lain biasanya mereka memiliki rasa kurang percaya diri akan kemampuan mereka. Mereka belum menemukan cara untuk mengembangkan potensi potensi yang dimilikinya.
  • Pola asuh orang tua. Pengasuhan orang tua terutama pada masa masa awal sangat mempengaruhi perkembangan krakter dan kepribadian anak. Misalnya saja jika sejak kecil orang tua suka membanding bandingkan, kurang menghargai hasil dan usaha yang dilakukan anak nya, dll bisa menjadi salah faktor yang mempengaruhi munculnya sifat cemburu saat dewasa.
  • Lingkungan yang memang marak dengan kompetisi, sangat mementingkan kemenangan bukan saja proses juga dapat menanamkan sikap iri, sehingga keberhasilan dipandang sebagai satu satunya jalan untuk mendapatkan pujian dan penghargaan.
  • Kurang rasa bersyukur. Bersyukur sangat penting dilakukan dalam kehidupan kita. Sehingga kita dapat lebih mengenali diri kita, apa kelebihan dan kemampuan kita. Juga kita menjadi lebih dapat berpikir secara logis dan rasional bagaimana untuk mengoptimalkan segala kemampuan dalam diri kita. Jika kita tidak bersyukur dengan apa yang ada dalam diri kita, biasanya akan sangat mudah kita cemburu dengan segala hal yang dimiliki oleh orang lain.
  • Pengaruh perkembangan media sosial. Tak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi khususnya media sosial, dapat mempengaruhi kemunculan rasa iri terhadap orang lain.

Apakah cemburu akan memberikan efek positif atau negatif terhadap seseorang tentu sangat bergantung dari bagaimana ia mengelola rasa cemburu itu. Jika rasa cemburu dapat menjadi motivasi bagi untuk berusaha lebih keras secara sehat, maka cemburu tersebut dapat memberikan efek yang positif. Namun, jika seseorang tidak dapat mengelola rasa cemburu, sehingga menjadi bersaing secara tidak sehat, inilah yang membuat cemburu menjadi negatif.

Dampak buruk dari cemburu secara berlebihan:

  • Tidak baik bagi kesehatan, karena kita menjadi sering merasakan rasa takut, sedih, marah, dan juga stress yang tentu saja tidak baik bagi kesehatan tubuh.
  • Dijauhi oleh teman teman.
  • Melakukan hal hal yang negatif misalnya karena menghalalkan segala cara untuk berhasil, dan memilih jalan yang tidak legal untuk dapat menjadi lebih sukses dari orang lain.

Untuk itu sangat penting untuk mempelajari bagaimana cara mengelola rasa cemburu dan mengatasi rasa cemburu yang muncul. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Cari tahu alasan mengapa kita cemburu.
  • Kembangkan dan optimalkan kemampuan yang ada dalam diri kita
  • Belajar untuk lebih menghargai diri sendiri dan percaya diri.
  • Bersyukur
  • Cari kegiatan bermanfaat, bisa juga dengan menyalurkan hobby atau melakukan ‘me time’, sehingga pikiran kita dapat lebih tenang dan jernih
  • Hindari membanding bandingkan dengan orang lain
  • Biacarlah dengan orang yang kita percaya dan dapat menenangkankita mengenai perasaan dan harapan kita

Salah satu bentuk cemburu adalah cemburu dengan kesuksesan teman, mungkin seseorang melihat di sosial media ada temannya yang memiliki karier lebih sukses ataupun memiliki rumah lebih besar dll yang akhirnya menimbulkan rasa cemburu. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yag dapat dilakukan agar cemburu tersebut bisa memberikan efek yang positif, misalnya:

  • Introspeksi diri mengenai apa sudah dan apa yang belum kita lakukan untuk menjadi sukses
  • Motivasi diri agar dapat lebih produktif dan bersemangat, dalam bekerja
  • Lihatlah bagaimana mereka berusaha untuk meraih kesuksesan
  • Perhatikan usaha usaha apa saja yang telah dilakukan
  • Berusaha untuk selalu memiliki positif thingking
  • Berusaha untuk mengoptimalkan kemampuan dan kelebihan diri kita
  • Jadi diri kita apa adanya dan tetap percaya diri
  • Terimalah kesuksesan teman kita dan jangan membandingkan keadaan kita dengan mereka
  • Tetap berteman dengan mereka, jangan menjauh atau memusuhi
By |2019-10-03T02:40:51+00:00January 20th, 2019|Categories: Cinta, Relasi & Cinta|0 Comments

Leave A Comment